WEBMISTRESS DISCLAIMER TAGBOARD

Hello creatures! Welcome to my blog! Click the tabs above to explore my blog. Constructive criticisms are highly appreciated. Don't forget to leave a tag!
bold strong italic underline
♥ Visit Cynna's Blog ♥

Photo of the Day
Links

Nia
Prima
Dinda
Rachell
Mbak Wanda
Annisa
Mbak Hana

Mbak Dian
Mbak Arsya
Mbak Dea
Mbak Rahma Rahmi
Mbak Ochi
Rosa
Mbak Olivia
Naura Nabila
afrilla m
7B
faried
farrel
Mbak Anes
Mas Ardi
Roshan
Nafila
pocong
Eriq
Neo
Mbak Nailah



Credits
A Round of Applause to the following
Designer: Cynna
Image: Cyworld KR
Host: Blogger
Scripts : Dynamic Drive
ADIKKU SAYANG (cerpen)
Written @ 21.12

“ Ayah, kenapa aku cacat seperti ini?, aku ingin seperti Kak Dimas,Yah,Kak Dimas bisa main-main sama teman-temannya, jalan-jalan sama pacarnya, sekolah pakai mobil sendiri,Yah..”, Fani bersedih mengeluarkan air mata perlahan di depan Ayahnya. “ Sudah,nak... kamu tidur saja sana!Sudah buta banyak bicara!Masuk sana!”, bentak Ayah Fani, “ Ayah jahat!, nggak ada yang pernah peduli sama aku, aku ingin sekolah,yah!”, keluh Fani sambil memegangi tongkatnya menuju ke kamar. Fani menangis sangat kencang sampai terdengar oleh Kak Dimas yang baru pulang sekolah.
                “Fani?, kamu kenapa menangis?”, tanya Kak Dimas lembut, “ Gak usah peduliin aku,Kak, pergi sana!”, “ Fan, serius, kakak bisa bantu kamu, apapun itu,kakak sayang sama kamu, ayo ngomong,Fan, insyallah kakak nggak bakal bikin kamu kecewa...”,rayu Kak Dimas, “ Kakak serius?”,tanya Fani meyakinkan, “iya, Fani, cantik..”,kata Kak Dimas sambil tertawa, “ Fani ingin sembuh kayak kakak...”, kata Fani, sejenak Kak Dimas berfikir, harus menjawab apa dia, “ Iya, kakak janji bakal bantuin kamu,Fan, Janji!”, kata Kak Dimas sedih memikirkan adiknya yang sengsara atas yang dia miliki.
                Saat malam hari tiba, saat selesai makan malam, “ Yah, Dimas boleh ngomong nggak?, sebentar saja...”,kata Kak Dimas, “ ya..”, kata Ayahnya singkat. “ Aku mau donor korneaku buat Fani, aku sudah 17tahun,Yah, mungkin sudah cukup untuk melihat yang ada di sekitarku,orang-orang yang aku sayang, termasuk adikku Fani yang cantik, sekarang giliran Fani yang tidak bisa melihat apa-apa,Yah, aku ingin dia bisa melihatku, yang menyayangiku,” kata Kak Dimas sedikit mengeluarkan air mata, “ Tapi,Nak, bagaimana?,siapa yang akan meneruskan pekerjaan ayah?”,tanya Ayah, “ Dimas yakin, Fani bisa,yah, dia cerdas...”, “ Yasudah kalau itu yang kamu mau, Ayah akan siap kan uang untuk operasi, jika kamu belum siap bisa ditunda,nak, tapi apakah kamu benar-benar yakin?”, “ Untuk Fani, aku selalu siap dan benar-benar yakin, aku tidak pernah ragu untuk apa yang aku lakukan buat Fani...”. Ayah dan Kak Dimas berpelukan sambil menangis karena terharu.
Setelah satu minggu berlalu, operasipun siap dilakukan.
“ Fani, ayo masuk...” kata Dokter, “ Mau diapain?”, tanya Fani, “ Mau dokter kasih coklat kok, tapi disuntik dulu ya...”. Fani pun menurut karena ia suka sekali dengan coklat.
Satu setengah jam berlalu, operasi selesai..
“Fani,buka matanya pelan-pelan ya..”, kata dokter, “aku dimana?”, “kamu di rumah sakit... sudah jelas melihatnya?”, “ Sudah,dok, kak Dimas mana ?, aku mau bilang kalau aku sudah bisa melihat”, Ayahnya takut menjawab, dengan terpaksa Ayah mengantar Fani ke tempat Kak Dimas berada. “ Ini kak Dimas?, kak Dimas tampan sekali,yah...”, “ hhmm.. ini Fani ya?”, tanya kak Dimas, “ Loh, kok kakak masih tanya sih...”, “Kakakmu yang mendonorkan korneanya untukmu, Fani..”, perjelas Ayah, “ Kakak.....”, Fani menangis terharu sambil memeluk kak Dimas erat-erat. “ Apapun yang Fani minta akan kakak lakukan...”, kata kak Dimas sambil mencium kening adiknya tersayang itu. Ayah dan seisi ruangan terharu mendengar kata-kata kak Dimas yang sangat setia pada adiknya.

by: Aisha Bella Ernola

salam VenzDieGo

VenzDieGo_2